Selasa, 12 Juni 2012

SOCCER FOR PEACE

Aksi terorisme sudah merambah ke remaja pelajar. Lembaga Kajian Islam dan Perdamaian (LaKIP) mencatat lebih dari 14 persen siswa sekolah membenarkan berbagai aksi pengeboman di Indonesia. Atas fakta itu, lembaga Search for Common Ground (SFCG) menilai perlu untuk menyosialisasikan sikap toleran di sekolah-sekolah, tidak terkecuali di pesantren. SFCG menawarkan cara unik. Mereka datangi sejumlah pesantren, memberikan pelatihan nilai-nilai toleransi, lewat sepak bola. Reporter KBR68H Damar Fery Ardiyan mengunjungi Pesantren Quthrotul Falah, di Lebak, Banten, salah satu lokasi pelatihan Sepak Bola untuk Perdamaian.
Bukan Sekedar Permainan
Usai mengikuti pelajaran dan mengaji di kelas, Ulin Nuha 16 tahun, Ahmad Amin Nuwloh 14 tahun dan belasan temannya bermain sepakbola. Mereka berlari dan mengolah bola di lapangan futsal yang terletak persis di belakang sekolah mereka.
Ulin dan Amin adalah siswa Pesantren Quthrotul Falah, di Cikulur, Banten.
Saat istirahat, dengan air dari ember dan gayung yang sama, mereka melepas dahaga dan bercerita soal sepak bola. Olahraga ini merupakan menu wajib usai mengikuti pelajaran di pesantren, ujar Ahmad Amin Nuwloh.
“Suka main bola. Itu olahraga yang menyenangkan. Hidup tanpa main bola kayanya agak kurang, karena olahraga, melatih fisik. Setiap minggu kadang-kadang setiap hari.”
Abdul Aziz (ASA), berbaju merah, memberikan materi di lapangan
Abdul Aziz (ASA), berbaju merah, memberikan materi di lapangan
Sepakbola menjadi permainan pengisi waktu luang sekaligus pelepas penat dari kegiatan sekolah dan pesantren, sambung Ulin Nuha.
“Mungkin lebih senang saja gitu. Biasanya di sini agak pusing, banyak pelajaran, apa gitu. Intinya lebih fresh saja pada otak kita.”
Namun, sepakbola ya hanya sepakbola. Tak lebih.
“Saya kurang tahu mendalam yang kaya gitu. Ia, main bola saja. Belum tahu isinya. Ternyata di dalam sepakbola itu banyak sekali. Bukan hanya main bola saja.”
Yang dimaksud Amin adalah nilai lebih dari olahraga itu yang dikenalkan oleh lembaga Search for Common Ground SCG bersama Akademi Sepakbola Asia ASA.
Dua lembaga ini mengunjungi pesantrennya untuk menggelar pelatihan bertajuk Sepakbola untuk Perdamaian. Dari sini Ulin mengetahui kalau sepakbola bukan hanya sekedar permainan.
“Biasanya kalau latihan tidak begitu, biasanya cuma lari terus passing. Ini mah latihan dulu, lebih seru. Asik saja sama teman-teman. Ada pengalaman baru.”
Ada 10 guru olahraga yang melatih Amin, Ulin dan belasan temannya. Ke-10 guru itu juga telah mengikuti program Sepakbola untuk Perdamaian. Mereka berasal dari berbagai sekolah di Kabupaten Lebak.
Diantaranya Wardoyo, guru olahraga SMA Negeri 1 Cikulur dan Razali Hamzah, guru olahraga di MTS Ar Ribathiyah.
Pelatihan di ruang kelas
Pelatihan di ruang kelas
“Tertarik, karena saya sendiri mengajarnya di bidang olahraga. Jadi ingin meningkatkan kualitas olahraga, terutama sepakbola. Karena saya di kecamatan memegang sepakbola.”
“Saya siap tiga hari, saya menyatakan siap tiga hari di sini.”
Penanggungjawab pelatihan dari Akademi Sepakbola Asia Abdul Aziz mengatakan, sepakbola adalah medium yang efektif untuk meredam konflik. Salah satu materi yang diberikan adalah relay race.
“Kita ingin mengenal sebuah konflik. Pertama kita sebut dengan relay race yang berarti menyusun sebuah kata untuk menjadi sebuah kalimat. Kalimatnya itu bertujuan untuk negosiasi menuju perdamaian. Karena kalau kita mempunyai konflik dan tidak bernegosiasi bisa menjadi konflik, pertikaian. Oleh karena itu, kita mengajarkan kepada mereka mengenal, utamanya kalau mendapatkan sebuah konflik harus bernegosiasi atau bermusyawarah agar tidak terjadi permusuhan.”
Selain relay race, Aziz juga mengajarkan simulasi lain yang diberi nama: check in, chek out.
“Check in, check out ini bertujuan life skill-nya adalah menerima perbedaan suku, budaya dan bangsa di antara lainnya. Dalam sepakbola ada satu sentuhan, dua dan tiga sentuhan. Di mana satu kelompok bermain dengan satu sentuhan dan kelompok lainnya dua sentuhan dan tiga sentuhan. Kemudian pada saat saya bilang pindah, maka satu orang di tiap timnya itu, di tiap posnya itu harus pindah satu orang ke pos lain. Maka, nanti mereka ada di satu posnya itu ada yang satu sentuhan, dua dan tiga sentuhan dan semuanya itu berbeda-beda tetapi dalam satu pos. Di situ kita mengajarkan, di sini kita menerima orang lain, dari mana pun dia, suku, budaya, agama manapun dia, kita tetap menerima dia dengan baik.”
Quthrotul Falah adalah pesantren ketiga dari 10 pesantren yang sudah disambangi SCG dan ASA. Sebelumnya pelatihan digelar di Tanggerang, Cirebon, Solo dan Makassar.
PJ Football for Peace, Maghfiroh Hijroatul memberikan materi di dalam kelas
PJ Football for Peace, Maghfiroh Hijroatul memberikan materi di dalam kelas
Penanggung jawab program dari Common Ground Maghfiroh Hijroatul mengatakan, daerah-daerah itu dipilih karena beresiko atau rawan dengan radikalisme dan terorisme.
“Kita memilih beberapa pesantren dan akhirnya kita menjatuhkan ke 10 pesantren dengan beberapa kriteria. Pastinya pesantren itu berdekatan dengan daerah yang berdekatan atau beresiko, yang rawan radikalisme, terorisme. Umpamanya Solo. Kita memilih Solo karena berdekatan dengan pesantren lain yang menyajikan, apa ya... saya agak sungkan mengatakannya, produknya teroris. Kemudian di Cirebon, kasus kemarin pengeboman itu.”
Sepakbola dipilih karena selain populer, olahraga ini dianggap sebagai media yang efektif untuk mengatasi konflik dan membangun perdamaian di pesantren.
Mengenal Konflik untuk Meredamnya
Maghfiroh Hijroatul dari Common Ground sedang mencairkan suasana kelas pada pertemuan pertama. Ia adalah penangung jawab program Sepakbola untuk Perdamaian. Di depan kelas, Firoh bertanya, ‘Apa itu konflik?’
Ia pun membacakan jawaban para peserta.
Sebagian besar peserta mengidentifikasi konflik sebagai perbedaan pendapat, sikap keras kepala yang berujung pada tindakan destruktif, seperti adu jotos.
Konflik tidak harus destruktif atau merusak. Firoh mengatakan, konflik juga memiliki sisi konstruktif atau membangun, kalau tidak menonjolkan kekerasan dalam menyelesaikan masalah.
“Bagaimana proses menyelesaikan konflik adalah alami dan ada di sekitar kita. Konflik itu tidak hanya kekerasan itu yang paling penting kita utamakan. Kita membongkar habis asumsi yang ada sekarang ini. Kalau di dua pesantren yang kemarin, selalu kalau ditanya tentang konflik yang muncul itu destruktif, yang negatif. Konflik itu berantem, kekerasan, darah.
Pengalaman pelatihan di Makassar menunjukan masih ada asumsi yang keliru soal konflik, lanjut Firoh.
“Ada pak Ilham. Hari pertama dia memakai kaos yang (bertuliskan -red) Jihad the Only Solution dengan gambar pistol dan pedang dan kemudian beliau menggunakan celana tcingkrang, berjenggot. Lagi-lagi, padahal saya sudah mengerti teorinya, saya tidak boleh berasumsi dulu dan beranggapan negatif. Bisa-bisa kontra produktif, bisa-bisa tidak berhasil. Ternyata ketika kita buka, menyosialisasikan latar belakang pelatihan dan sebagainya. Pertanyaan kritis Pak Ilham adalah mengapa harus pesantren, pesantren kan tidak ada konflik. Saya sudah deg-degan, waduh apakah ini.”
Firoh menjawab pertanyaan itu dengan hati-hati.
“Banyak orang bilang, mengapa pesantren, pesantren memang sumber teror. Kita tidak menganggap itu. Kita ingin menyebarluaskan benih-benih toleransi, perdamaian ke semua penjuru dan elemen masyarakat. Pesantren kan termasuk komunitas terbesar di Indonesia.”
Di pinggir lapangan, Maghfiroh menjelaskan peran sepakbola sebagai peredam potensi konflik. Serta peran penting ustadz, kiai, dan guru pesantren untuk turut menebar benih toleransi.
“Dengan ini kita ingin menekan eksekusi kekerasan terhadap penyelesaian konflik. Jadi mungkin kalau di Banten ini terkait dengan kasus Ahmadiyah kemarin. Kita berharap dengan ini santri, kyai juga bisa lebih tidak reaksioner dalam menghadapi perbedaan, dalam menghadapi konflik.”
Pengasuh Pondok Pesantren Quthrotul Falah, Achmad Syatibi Hambali mengapresiasi kegiatan ini.
“Sangat bagus. Terutama untuk perdamaian. Artinya di mana sekarang banyak hal, yang kadang-kadang dengan persoalan sedikit jadi persoalan. Dari hal kecil, jadi persoalan. Dengan adanya (sepakbola untuk –red) perdamiaan, ini harus digalakan. Baik itu di komunitas muslim, maupun dengan yang lainnya harus dijaga.”
Achmad Syatibi Hambali yang juga Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lebak ini berharap program semacam ini bisa terus dilakukan.
“Itu sangat penting. Kita intinya harus sama-sama saling menghargai dengan yang lain, toleran. Jadi kalau kita tidak dididik dengan toleransi ya kadang-kadang orang itu ingin menang sendiri. Kita terapkan. Artinya kita harus mau berbeda pendapat dan kita harus menghargai pendapat orang lain. (Tanpa adu jotos?) Tanpa adu jotos, tanpa ada aksi kekerasan. Yang rugi kita sendiri. Tujuan tidak bakal tercapai.”
Penanggungjawab Sepakbola untuk Perdamaian Maghfiroh Hijroatul sadar sosialisasi materi toleransi ini tidak mudah untuk dilakukan. Namun, ia optimistis program ini akan mencapai target.
“Saya, kami dari Common Ground sepertinya sangat optimis bahwa ini lebih efektif untuk mencapai tujuan kami. Untuk mempromosikan nilai-nilai toleransi dan transformasi konflik. ”
Peserta pelatihan Agus Faiz Awaludin siap meneruskan materi toleransi kepada peserta didik yang ia bimbing di pesantren Quthrotul Falah.
“Kalau di pondok saya mengajar kitab kuning. Kalau di sekolah saya mengajar eksak, matematika dan fisika. (di tengah rutinitas kamu mengajar apakah akan menyisipkan poin yang didapatkan dari pelatihan tadi?) Pasti saya sisipkan, bisa diterapkan dalam mata pelajaran saya, mungkin bisa saja.”
Belajar toleransi dari sepak bola, membangun perdamaian untuk Indonesia.

SEKEDAR REFLEKSI

Siswa MTs Tewas Dibunuh Temannya (Mengenang menjelang 6 Tahun meninggalnya Rekan kita Suhendri)
By: Rhazalie
Kejadian: Sabtu, 23-Juni-2006, 16:45

Printable Version

Kebohongan untuk menutupi kebiadaban.

Dua teman yang baru saling kenal itu baku hantam di tengah sawah, di Kampung Pasiranjing, Kelurahan Kalanganyar, Kecamatan Pandeglang, Pandeglang, Kamis (22/6) petang.
Duel itu tak seimbang. Solihin yang menghunus pisau berhasil menyarangkan senjatanya ke leher, perut, dan kepala Suhendri. Siswa kelas 2B MTs Ar-Ribathiyah Curugpanjang itu tewas bersimbah darah. Solihin lantas kabur membawa sepeda motor korban. Jumat (23/6) pagi, jenazah Suhendri ditemukan Sasma (50), pemilik sawah.
Buru-buru, pria itu mengabarkan pada warga lainnya. Warga Kampung Pasiranjing seketika heboh melihat mayat pemuda penuh luka. Ribut-ribut di kampung itu terdengar juga oleh Kasat Reskrim Polres Pandeglang AKP Agus Imam Rifa’i.
Bersama sejumlah anggotanya, ia bergerak mendatangi tempat kejadian. Tim identifikasi segera mengumpulkan petunjuk. Polisi meyakini korban adalah siswa MTs Ar-Ribathiyah setelah melihat kaos korban yang berlogo sekolah tersebut. Polisi mendapatkan kepastian dari Enah Suhenah (Mantan guru. Red), salah seorang guru MTs Ar-Ribathiyah, bahwa pemuda itu adalah Suhendri.
Penyelidikan pun difokuskan pada pelakunya. Informasi berharga dari warga mampir ke telinga AKP Agus Imam Rifa’i. Bahwa, orang yang terlihat berboncengan korban menuju persawahan adalah Solihin yang tinggal Kampung Koncang, Desa Sumurbandung, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak.
Sekelompok polisi berpakaian preman bergerak cepat menuju rumah Solihin. Saat polisi tiba, Solihin sedang mendorong motor milik Suhendri. Motor itu sudah dipreteli nomor polisinya. Rupanya, pelaku hendak menghilangkan jejak. Dengan sigap, polisi mencegatnya.
Solihin tak berkutik dikepung polisi. Ia pun menyerah dan hanya berdiri terpaku saat kedua tangannya diborgol. Pengakuan Solihin, Suhendri sering meledeknya lantaran kakinya cacat. Kesal selalu diejek, darahnya mendidih. Sejak saat itu ia berupaya selalu ingin mencelakakan korban.
Diam-diam, ia menyusun rencana untuk menghabisi nyawa korban. Ia segera meminjam pisau milik Fei, warga Kampung Parage, Desa Parage, Kecamatan Cikulur, Lebak. “Setelah itu, saya ajak Suhendri ke saung di sawah. Aku tantang dia berkelahi,” kisahnya.
AKP Agus Imam Rifa’I menuturkan, Solihin sudah mengaku telah menghabisi nyawa Suhendri dengan pisau. Tersangka bisa dijerat dengan pasal 338 jo 365 KUHP. “Hukuman yang akan dikenakan kepada tersangka bisa penjara seumur hidup atau 20 tahun penjara,” tandasnya.
Sementara itu, Enah, guru sekaligus wali kelas korban, tak percaya kalau Suhendri tega meledek Solihin. “Saya nggak yakin,” ujarnya

Kamis, 14 Juli 2011

Menyembuhkan Hati Yang Perih Terluka

Menyembuhkan Hati Yang Perih Terluka

Cinta bukanlah pikiran dan perasan. Cinta bukanlah semata harapan dan keinginan, tetapi cinta adalah sebuah latihan kesabaran, sebab cinta itu memberi, cinta itu berkorban, cinta itu memaafkan. Cinta yang hakiki tidak dilalui dengan riang gembira dan canda tawa namun cinta yang hakiki dilewati dengan peristiwa yang menguras derai air mata, perih dan terluka agar anda mengerti bahwa sesungguh cinta yang hakiki hanyalah cinta kita kepada Allah, Sang Pemilik Kehidupan. Bagi mereka yang mengejar kebahagiaan dengan berharap akan menemukan cinta yang hakiki harus melalui cobaan dan ujian yang terberat adalah kehilangan. Kehilangan sesuatu yang berarti tentu saja membuat kita merasa sedih dan berduka. Terlebih kehilangan seseorang yang begitu kita cintai dan kita harapkan, bahkan seluruh hidup kita bergantung kepada kehadirannya, maka rasa perih dan terluka mengiringi kepergiannya teramat dalam dan tidak akan pernah terhapus dari ingatan kita. Setiap benda, peristiwa, jalan yang pernah kita lalui atau hal yang mengingatkan kita kepada orang tersebut membuat perih dan luka hati menganga kembali dan rasa sakit menyayat begitu perih, nyeri.

Kenangan begitu indah, Hidup penuh semerbak harum mewangi bunga, bagai di taman firdausy penuh bunga keindahan tersimpan dalam ingatan kita. Cinta dan kasih sayang, kemesraan, menimbulkan kenangan manis tak terlupakan. Sementara disisi lain kecintaan penuh muatan emosi, pertengkaran, pengkhianatan menimbulkan kebencian yang membakar apapun yang justru dicintainya dan dipujanya. Setiap benda, tempat, peristiwa dengan orang tersebut menimbulkan kenangan pahit, perih dan terluka. Jika terjadi kematian atau perceraian yang terjadi secara tiba-tiba sama sekali tidak diduga dan tidak dikehendakinya biasanya jiwanya memberontak, marah, tidak dapat menerima keadaan yang terjadi akibat ketidakpuasan pihak yang ditinggalkan atau peristiwa yang dalaminya.

Lantas bagaimana menyembuhkan perih dan terluka karena kehilangan orang yang anda cintai akibat kematian atau perceraian? Anda tidak akan pernah mampu melawan setiap bencana, menaklukkan setiap derita, dan mencegah setiap malapetaka dengan kekuatan anda sendiri. Sebab anda adalah makhluk yang lemah. Kita hanya akan mampu menghadapi semua itu dengan baik hanya bila menyerahkan semua perkara kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. "Dan bertawakallah kamu hanya kepada Allah, jika kamu orang-orang yang beriman." (QS. al-Ma'idah : 23). Jadikanlah kalimat "Hasbunallah wa ni'mal wakil" sebagai dzikir yang selalu menyelimuti anda, perih dan terluka dihati anda akan berubah menjadi kebahagiaan untuk meraih cinta yang hakiki yaitu cintanya Allah.

--
Cukuplah Allah menjadi penolong bagi kami dan Dia sebaik-baiknya pelindung. Maka mereka kembali dengan nikmat dan karunia yang besar dari Allah, mereka tidak ditimpa satu bencana dan mereka mengikuti keridhaan Allah. Allah mempunyai karunia yang besar. (QS. ali Imran : 173-174).
DIBALIK KEGAGALAN JALAN SUKSES TERBENTANG

Suatu hari keledai milik seorang petani terjatuh ke dalam sumur. Sementara si petani sang pemiliknya memikirkan apa yang harus dilakukannya terhadap keledai tadi. Akhirnya dia memutuskan bahwa hewan itu sudah tua dan sumur itu juga perlu ditimbun karena berbahaya. Jadi tidak berguna menolong si keledai. Ia kemudian mengajak tetangganya untuk membantunya. Mereka membawa skop dan mulai menyekop tanah ke dalam sumur. Si keledai menyadari apa yang terjadi. Dia meronta-ronta namun ia kemudian jadi diam. Setelah beberapa skop tanah dituangkan ke dalam sumur, si petani melihat ke dalam sumur dan tercengang melihatnya. Walaupun punggung si keledai terus ditimpa dengan tanah dan kotoran. Si keledai melakukan sesuatu yang menakjubkan. Ia mengguncang-guncangkan badannya agar tanah yang menimpa punggungnya turun ke bawah. Lalu dia menaiki tanah tersebut. Si petani terus menuangkan tanah kotor itu ke atas punggung hewan itu namun si keledai juga terus menggoncang-goncangkan badannya. Dan kemudian melangkah naik akhirnya si keledai bisa meloncat dari sumur dan bisa melarikan diri.

Sahabat yang senantiasa berharap hanya kepada Allah SWT, .. kehidupan terus saja menuangkan tanah dan kotoran serta masalah kepada kita. Maka cara untuk keluar dari sumur kesedihan dan masalah itu adalah dengan menjadikan kesediahan dan masalah tersebut menjadi tangga untuk keluar masalah dan kesedihan itu sendiri, jangan pernah benamkan masalah dan kesedihan dalam otak dan hati kita, tapi leparkanlah keluar lalu rakitlah menjadi tangga bersama orang-orang yang pandai merakit. Nah dalam usaha merakit itu jangan pernah menyerah dan berputus asa karena sikap menyerah dan putus asa itu adalah jenis barang dagangan Iblis yang paling laku keras.

Ada sebuah cerita anekdot yang realistis, Iblis ingin mengobral barang perkakas yang dimiliki. Semua perkakasnya dipajang di rak-rak. Ada barang yang bernama dengki, amarah, malas, tidak tau terima kasih, dendam. Ada suatu barang yang sederhana padahal barangnya sudah aus tapi harganya sangat tinggi. Namanya putus asa dan menyerah. Kenapa harganya mahal sekali ? Karena perkakas ini sangat mudah dipakai dan berdaya guna tinggi. Saya bisa dengan sangat mudah masuk ke dalam hati manusia dengan alat ini dibandingkan alat lain. Begitu saya berhasil masuk ke dalam hati manusia, saya dengan sangat mudah melakukan apa saja yang saya inginkan terhadap mereka. Barang ini menjadi sangat aus karena sering sekali saya pakai. Karena kebanyakan manusia tidak tau bahwa putus asa dan menyerah itu adalah dagangan kepunyaanku.

Silvester stallone memasarkan film Rocky ditolak 1855 kali.
Walt Disney ditolak 302 kali ketika mengajukan proposal Disneyland
Merry Curie sebelum menemukan elemen radium, penelitiannya gagal sebanyak 48 kali
Thomas Alfa Edison menciptakan bola lampu melakukan percobaan sampai 9999 kali
Rasulullah ketika melanjutkan kehidupan Islam di dunia. Dengan berbagai cara , beliau ditolak di Thoif , dicemooh, dicaci maki. Bahkan diembargo kebutuhan konsumsinya bertahun-tahun dan Beliau tidak pernah menyerah.
Berkaca dari kehidupan mereka

Kegagalan bukanlah konotasi yang negatif. Kegagalan justru dijadikan sebagai langkah untuk menuju kesuksesan. Seperti cerita si keledai, dia memanajemen masalah yang dijadikan sebagai batu pijakan baginya. Tanah yang seharusnya menguburnya malah dijadikan sebagai penyelamat baginya. Thomas Alfa Edison juga menjadikan kegagalan sebagai pembelajaran. Thomas mengatakan,”Aku tidak gagal. Aku justru menemukan 9999 bahan yang tidak bisa dipakai untuk bahan lampu”.

Mengapa hari ini kita baru saja tanam cabe, besok sudah ingin memanen cabe, mengapa hari ini kita tanam lele besok kita sudah ingin makan lele, mengapa hari ini kita baru berbenah diri mendekati Allah yang Maha Suci besok kita sudah menagih banyak janji untuk segera ditepati.

Kegagalan itu satu hal wajar terjadi, Melihat seseorang memukul batu seratus kali, belum pecah juga. Kemudian dia melakukan pukulan ke 101 hingga batu itu pecah. Percayalah bukan pukulan ke 101 yang membuat batu itu pecah. Tapi sebenarnya 100 pukulan yang pertamalah yang membuat batu itu mudah dipecahkan. 100 kali itu ikhtiyar dan kesungguhan kita yang membuat Allah tersenyum iba lalu Allah melibatkan Dirinya diayunan yang ke 101 kali.

Kalau kita sukses, itu bukan karena kebetulan karena kita sukses pada saat ini. Namun sebenarnya buah dari jumlah kegagalan yang kita dapatkan. Thomas Webson mengatakan, ”Bila kau ingin meningkatkan kesuksesan kamu, maka tingkatkan juga angka kegagalan kamu”. Jadi kalau ingin sukses, banyak-banyak gagal. Mungkin kalimat ini terdengar lucu ? Maksudnya adalah kita harus banyak berusaha karena orang gagal itu berarti dia telah berusaha.

Kita kadang tidak menyadari bahwa menyerah ini termasuk bisikan syaithan. Ingatlah bahwa masalah bukan akhir dari segalanya. Tetaplah istiqomah ! Ingat .. orang hebat itu adalah orang-orang yang memberikan waktu yang lebih lama sedikit dibandingkan yang lain. Ketika orang lain sudah menyerah, dia tetap tekun dalam usahanya.

Allah SWT memberi KUNCI SUKSES dalam FirmanNYA “Maka sesungguhnya di balik kesulitan itu pasti ada kemudahan. Sesungguhnya di balik kesulitan itu pasti ada kemudahan. Maka apabila kamu telah selesai ( satu project ) maka angkatlah ( project ) yang lain lagi. Dan kepada Tuhanmulah kamu berharap” ( Al-Insyiroh : 5-8 )

Sahabat, seringkali kita mendapat masalah yang cukup berat, bisikan syetan bertubi-tubi mendatangi kita dalam berbagai bentuk yang membuat kesabaran kita hilang dan Allahpun tidak kita libatkan lalu kita ambil jalan pintas, mendatangi Dukun, Paranormal, Guru Spiritual, Ustadz, Kiyai, Ajengan berharap kesaktian doa atau azimatnya agar masalah kita segera terselesaikan. Boleh saja kita minta didoakan oleh siapapun tapi jangan pernah menggantungkan harapan kepada mereka karena inilah factor yang membuat Tangan Allah tidak akan mau terlibat membantu menyelesaikan masalah kita, Oleh itu gantungkanlah segala harapan hanya kepada Allah SWT, PASTI semua akan selesai

Mari Lebih Gaul dengan menguasai Bahasa Baru


BELAJAR BAHASA INDONESIA-INGGRIS-ITALIA
 By: Rhazalie Al-Anshary 


A-C dulu, nanti kita sambung yang selanjutnya


Indonesia
Inggris
Italia
A
Aba
Command
Padre
Abad
Century
Secolo
Abadi
Everlasting
Imortale
Abai
Disregard
Trascurato
Abang
Elder Brother
Fratello
Abdi
Slave
Servitor
Abjad
Alphabet
Alfabeto
Abu
Ash, Grey
Cenere
Acak
Untidy
Casual
Acap
Often
Frekuenti
Acar
Pickles
Sottaceti
Acara
Agenda
Programma
Acuh
Indifferent
Indifferente
Acung
Raise the hand
Brandendo
Ada
There is, present
Ci
Adab
Culture, courtesy
Cortesia
Adapun
As regards
C’e stato
Adat
Tradition
Personalizzato
Adik
Younger brother
Fratello minore
Adil
Fair, impartial
Fiera
Adu
Fight
Competere
Aduh
Moan
Ohi
Aduk
Mix
Mescolare
Agak
Somewhat
Un po’
Agama
Religion
Religion
Agar
Order that
Cosi
Agung
Great
Grande
Ahad
Sunday
Settimana
Ahli
Family
Famiglia
Air
Water
Acqua
Ajaib
Corious
Miracoloso
Ajak
Invite
Invitare
Ajal
End, death
Destino
Ajaran
Teachings
Insegnamenti
Aju
Propose
Proporre
Akal
Mind, intellect
Ragione
Akan
Will, shall
Si
Akar
Root
Root
Akibat
Result, effect
Risultato
Akhir
End, ending
Fine
Akhirat
Eternity
Aldila
Akhlaq
Character, morals
Morale, moralia
Aksara
Letter
Script
Aku
I, me
I
Alam
Nature
Natura
Alamat
Address
Indirizzo
Alas
Basis, foundation
Base
Alat
Tools
Strumento
Alhamdulillah
Praise be to God
Sia Lode a Dio
Alih
Change
Cambiamento
Alim
Learned
Apprise, dotto
Alir
Flow, stream
Flusso
Alis
Eye brow
Sopracciglio
Indonesia
Inggris
Italia
Almarhum
The late
In ritardo
Alpa
Forgetful
Immemore, distratto
Alu
Stramper
Riso pestello
Alun
Wave, swell
Onda, gesto
Alun-alun
Town square
Piazza della citta
Amal
Charity
Elemosina
Aman
Safe, secure
Sicuro
Amanat
Instrucsion
Mandato
Amarah
Angry
Arrabiato
Amat
Very
Molto, stesso
Ambang
Threshold
Soglia
Ambil
Take
Prendere, ripresa
Ambruk
Crash
Crollo
Ambung
Throw up
Vomitare
Ampas
Dregs, waste
Feccia, fondo
Amplop
Envelope
Busta
Ampun
Pardon, mercy
Perdono, grazia
Ampuh
Sacred, effective
Potente
Anak
Child
Bambino
Anasir
Element, subtance
Element
Ancam
Intimidation
Minaccia
Andai
Suppose
Supporre, credere
Aneh
Strange, queer
Dispari
Aneka
Kinds
Varie
Angkuh
Arrogant
Arrogante
Angkut
Carry
Trasporto
Angsa
Goose
Oca
Angsur
Installment
Gradualmente
Angus
Scorched, burnt
Bruciacchiato
Aniaya
Tyranny
Mayhem
Anjing
Dog, hound
Cane
Anjur
Protrude
Sporgere
Antar
To deliver
Distribuire
Antara
Among, between
Nel mezzo
Anting
Earring
Orecchino
Antuk
Sleepy, drowsy
Assonnato
Antre
To queue
Di coda
Anugerah
Favour, grace
Vantaggio
Anut
Pofess
Professare
Anyam
To plait
Di vimini
Anyir
Rancid
Rancid
Apa
What
Che, quale
Apabila
When
Se
Api
Fire
Fuocu
Apik
Neat, tidy
Tagliare
Apit
Pinch
Pizzico
Apung
Float
Galleggiante
Arah
Direction
Direzione
Arak
Rice wine
Vino
Aral
Hindrance
Ostacolo, impacio
Arang
Charcoal, coal
Carbone di legna
Arca
Statue
Statuto
Aren
Sugarpalm
Zuchero di palma
Arif
Intelligent
Intelligente
Indonesia
Inggris
Italia
Arti
Meaning
Significato
Arung
Wade across
Whitewater
Arwah
Soul
Anima
Asa
Hope
Speranza
Asal
Origin
Origine
Asam
Sour, acid
Acido
Asap
Smoke
Fumo, fumare
Asas
Principle
Principo, norma
Asik
To be absorbed
asorto
Asin
Salty
Salato
Asing
Unknown
Incognita, stranieri
Asli
Original
Originale
Asmara
Love, passion
Amore
Atap
Roof
Tetto
Atas
On
Su, top
Atau
Or
O
Atur
To arrange
Organizzato
Awak
Body
Corpo
Awal
Beginning
Inizio
Awam *orang*
Layman
Laico, profane
Awan
Cloud
Nube, nuvola
Awang
Atmosfhere
Atmosfera
Awas
Careful
Attento, accurate
Awet
Durable
Durevole, duraturo
Ayah
Father
Padre, babbo
Ayak, mengayak
To sieve
Vagliare
Ayun
To rock
Swing
Azasi
Fundamental
Fondamentale
B
Bab
Chapter
Capitol
Babak
Phase, Stage
Round
Babi
Pig
Maiale, porco
Baca
Read
leggere
Badai
Storm, hurricane
Tempesta, uragano
Badan
Lih. Awak
Lih. Awak
Bagai, sebagai
Alike. Such as
Come
Bagaimana
How
Quanto
Bagan
Outline
Comtorno
Bagi
For
Per
Baginda
His majesty
Maesta
Bagus
Beautiful, fine, good
Bello, piacevole
Bah (air)
Flood
Alluvione
Bahagia
Happy, happiness
Felice
Bahak
Roar laughter
Ridere
Bahan
Material, stuff
Material
Bahas
Study, discuss
Discutere
Bahasa
Language
Lingua
Bahaya
Danger
Pericolo
Bahkan
Even, moreover
Anche
Bahu
Shoulder
Spalla
Bahwa
That
Che
Baik
Good, well, nice
Bene, buono, pozzo
Baja
Steel, armour
Acciaio
bajak (laut)
Pirate
Pirata
Bajak (sawah)
Plough
Arato, arare
Bajik
Virtue
Vantague
Indonesia
Inggris
Itali
Bajing
Squirrel
Scoiatolo
Bajingan
Scoundrel
Farabutto
Baju
Blouse, coat
Vesiti
Baka
Lasting, eternal
Forse
Baka (alam)
Hereafter, eternity
Aldila
Bakar (kayu)
Firewood
Legna da ardere
Bakar (bahan)
Fuel
Carburante
Bakat
Talent
Talent
Bakhil
Mean, miserly
Avaro. Tirchio
Bakti
Faithful
Fedele, leale
Bakul
Basket
Cesto, cestino
Balas
Reply, reward
Risposta
Balatentara
Army
Esercito, armata
Balik
To return
Ritorno
Baling
Propeller
Elica, propulsore
Balok
Bar, beam, log
Fascio
Balut
Bandage
Fasciatura
Bandar
Port
Porta, babordo
Banding
Equal
Pari, uguale
Bangga
Proud
Orgoglioso
Bangga (mem-kan)
To be proud
Essere orgoglio
Bangkai
Dead body, corpse
Carcasssa
Bangkit
Get up
Aumento
Bangsa
Nations
Nazione
Bangsawan
Noble, aristocratic
Nobile
Bangun
Lih. Bangkit
Lih. Bangkit
Banjir
Flood
Alluvione, inondare
Bantah
Quarrel
Litigio, litgare
Bantal
Pillow
Cuscino, guanciale
Banteng
Bull
Toro
Banting (mem)
To cast
Slam
Bantu
Help, aid
Aiuto
Banyak
Much, many
Molto, tanto
Bapak
Father
Padre
Bara
Cinders
Cenere
Barang
Goods
Beni, merce
Barangkali
Perhaps, maybe
Forse
Barat
West
Ovest
Baring
Lie down
Menzogna
Baris
Row, troops
Riga, fila
Baru
New, recent
Nuovo, novella
Barus (kapur)
Camphor
Canfora
Basah
Wet
Bagnato
Basi
Stale, spoiled
Viziato
Basmi
Destroy, eliminate
Distrugerre
Bata
Brick
Mattone, laterizio
Batal
Invalid
Infermo
Batang
Stem
Staminali
Batas
Frontier, boundary
Confine, limite
Bathin
Inner, inward
Interno, intimo
Batu
Stone, rock
Pietro, sasso
Batuk
Cough
Tosse, tossire
Bau
Smell, scent, odour
Odore
Baur
Mixed
Misto
Bawa
Bring
Portare
Bawah
Bellow, under, bottom
Inferior, sotto
Indonesia
Inggris
Italia
Bawang
Onion
Cipolla
Baya (usia)
Age
Eta, anni
Bayang
Shadow
Ombra, segno
Bayar (mem)
Pay, to pay
Paga, pagare
Bayi
Baby
Bambino, bimbo
Bea
Duties
Dazi
Beban
Load, burden
Carico, peso
Bebas
Free, independent
Libero, liberare
Bebek
Duck
Anatra, tuffo
Beberapa
Several, some
Diversi
Beda
Difference
Differenza
Becek
Muddy
Infangare, fangoso
Bedah
Operation
Chirurgico
Bedah (ahli)
Surgeon
Chirurgo
Bedak
Powder
Polvere, cipria
Bedil
Rifle, gun
Pistol, cannone
Begini
So, like this
Come questo
Begitu
So, like that
Cosi
Bejana
Tanks, cask, barrel
Nave, barile
Bekal
Provision, supply
Risvera, scrota
Bekas
Trace, remains, ex
Ex
Beku
Frozen
Congelato, gelato
Bela
Defend
Difendere
Belacu
Unbleached cotton
Calico
Belah
Part, crack
Scissione
Belaka
Entirely, pure
Mero, candido
Belakang
Back, backside
Retro, indietro
Belalai
Trunk
Proboscide
Belalang
Grass hopper, locust
Cavalletta
Belanda
Dutch
Olandese
Belang
Spot, stain
Posto, punto
Belanga
Saucepan
Casseruola
Belanja
Expenses
Spese
Belas (kasihan)
Pity
Pieta, pecato
Belanggu
Handcuffs
Manette
Belerang
Sulphur
Zolfo, di zolfo
Beli (mem)
Buy, to buy
Comprare, spesa
Beliau
Honourable
Onorevole
Belit
Twist, coil
Torsion, girare
Beliung
Pick-axe, axe
Ascia, scure
Belok
Bend, curve
Curva, turno
Belukar
Shrubs
Arbusti
Belum
Not yet
Non ancora
Benam (ter)
Sunk, drowned
Annegato
Benang
Thread, yarn
Filo, filetto
Benar
True, right, correct
Vero, reale
Bencana
Clamity, disaster
Disastro
Benci
Hate, dislike
Odio, odiare
Benda
Thing, object
Oggetto, scopo
Bendahara
Treasurer
Tesoro
Bendera
Flag, colours
Bandiera, pietra
Benderang
Bright, shining
Luminoso
Bengis
Cruel, savage
Selvaggio
Bengkak
Swelling, tumour
Gonfiore
Bengkalai
Unfinished
Abbandonato
Bengkel
Garage, workshop
Autorimessa
Indonesia
Inggris
Italia
Bengkok
Crooked, bent
Storto, curvo
Benih
Seed, cause
Seme, semi
Bening
Clear, trasnfarent
Chiaro, chiarire
Bentak
Snap, snarl
Schiocco
Bentang
Spread, explain
Diffusion
Bentar (se)
A moment
Momento
Benteng
Fortress
Forte
Bentuk
Form, shape
Forma
Benua
Continent
Continente
Bentur (ter)
To collide with
Inciampare
Berahi
Passion, in love
Lussuria
Berangus
Muzzle
Muso, museruola
Berani
Brave, courage
Grassetto
Berantas
To combat
Stradicare
Berantakan
In disorder
Cadere a pezzi
Berapa
How much
Come
Beras
Rice
Riso
Berenang
To swim
Nuotare
Beri, member
To give
Dare
Berita
News
News
Berkas
Bundle
Fascio, fagotto
Berkat
Blessing
Benedizione
Bersih
Clean
Pulito
Bersin
To sneeze
Starnuto
Beruang
Bear
Orso, ribasso
Besar
Big, large, great
Grande
Besi
Iron
Di ferro
Besok
Tomorrow
Domain
Betah
Feel comfortable
Stand
Betapa
How
Come
Betul
Right, correct
Coretto
Biadab
Barbaric, savage
Sarebbe
Biak
To multiply
Moltiplicarsi
Biar
To let, to allow
Lasciare
Bibi
Aunt
Zia
Bibir
Lip
Labro, orlo, becco
Bibit
Seeding
Semina
Bicara
Speak, talk
Parlare, dire
Bidan
Midwife
Ostetrica
Bidang
Field, plane
Campo
Bidik
To aim
Mirino
Biduan
Singer, vocalist
Cantante, cantore
Bijaksana
Wise, wisdom
Saggio
Biji
Grain, seed
Granello, venatura
Bijih
Ore
Minerale
Bikin
Make
Fare, marca
Bila
When
E stato
Bilang
To count
Conteggio
Bimbing
To guide
Guida
Bina
To build
Costruzione
Binasa
Destroyed
Leggere
Binatang
Animal, beast
Animale, bestia
Bincang
Talk about
Discussion
Bingkai
Frame
Telaio
Bingkis
To send a gift
Inviare un rigalo
Bingung
Upset
Confuse
Indonesia
Inggris
Italia
Bintang
Star
Astro, divo
Bintik
Dot, speck
Lentiggine
Bintil
Pimple
Foruncolo, pustola
Biri-biri
Sheep
Pecore, ovino
Biru
Blue
Azzurri, celeste
Bisa
Can, possible
Puo
Bisik
Whisper
Sussurro, bisbiglio
Bisu
Dumb, mute
Muto
Bisul
Boil
Ulcera
Bocor
Leak, puncture
Perdita
Bodoh
Stupid
Stupid, idiota
Bohong
Lie, untrue
Menzogna, bugia
Bola
Ball, globe
Sfera, palla
Boleh
May
Maggio, potere
Bom
Bomb, atom
Bomba, bombardare
Boneka
Doll, puppet
Fantocio, burattino
Bongkar
Force open
Scarico
Borong
Invite tenders
La totalita delle scorte
Boros
Extravagant
Stravagante, prodigo
Bosan
Bored, tired
Annoiato
Botak
Bald
Calvo, pelato
Buaya
Crocodile
Coccodrillo
Bual
Bragging
Millanteri
Buang
Discard
Scartare
Buas
Wild
Selvatico, selvaggio
Bubar
Break up
Disperdere
Bubuk
Woodworm
Polvere
Bubur
Porridge
Porridge
Bubut
Fitter benchhand
Tornio
Budaya
Cultural
Cultura, cultural
Budak
Slave
Intoppo, schiapo
Budi
Mind, character
Mente, intelligenza
Budiman
Sensible
Sensate, rilevante
Bugar
Fit, perfectly
In forma
Buih
Foam
Schiuma, spuma
Bujang
Servant
Servitor
Bujuk
Flatter
Lusingare, adulare
Bujur
Engthwise
Oblungo
Buka
Open
Aperto, aprirsi
Bukan
No, not
Non
Bukit
Hill
Colle, collina
Bukti
Evidence
Prova, evidenze
Buku
Book
Libro, libretto
Bulan
Moon, month
Luna, mese
Bulat
Round, circular
Tondo, ciclo
Bulu
Feather
Piuma, penna
Bumbu
Spices
Spezie
Bumi
Earth
Tera, mondo, suolo
Bundar
Lih. Bulat
Lih. Bulat
Bung
Brother, friend
Amico
Bunga
Flower, blossom
Fiore, fiorire
Bungkam
Queit
Tranquila isola
Bungkuk
Humped
Gobba
Bungkus
Parcel, package
Pacchetto, collo
Bungsu
Youngest
Minore
Buntu
Blocked
Bloccato
Indonesia
Inggris
Italia
Buntut
Tail, back part
Coda, falda
Bunuh
Kill
Uccisione, preda
Bunyi
Sound
Suono, sonda
Bupati
Regent
Reggente
Buru
Hunt
Caccia, cercare
Buruh
Labour, worker
Lavoro, doglie
Buruk
Bad, ugly
Rovina, cattivo
Burung
Bird
Uccello, volatile
Busa
Lather, foam
Schiuma
Busuk
Rotten, decayed
Marcio
Busung
Swollen
Edema, gonfio
Busur
Bow, arch
Arco
Buta
Blind, ignorant
Cieco, tenda
Butir
Grain, particle
Perticella, goccia
Butuh
Need
Necessita, bisogno
Butut
Worn, faded
Usato, usurati
C
Cabai
Red Pepper, chili

Cabang
Branch

Cabik
Torn, tear

Cabul
Indecent

Cabut
Pull

Cacah
Census

Cacar
Smallpox

Caci
Scorn

Cacing
Worm

Cagar
Preserve

Cahaya
Light, shine

Cair
Liquid, fluid

Cakap
Able, clever

Cakar
Claw, paw

Cakrawala
Atmosphere, firmament

Cakram
Discus

Cakup
Include

Calon
Candidate, applicant

Camat
Chief of District

Cambuk
Whip

Campak
Fling down

Campur
Mixed, Blended

Candi
Temple, Monument

Candu
Opium, Addicted

Canggung
Clumsy

Cangkir
Cup

Cangkul – men
Hoe, to dig

Cantik
Pretty, beauty

Cantum
Pin up

Cap
Seal, stamp

Capai
Tired, weary

Capung
Dragonfly

Cara
Way, method

Cari
Look for

Carik
A piece (of paper)

Cat
Paint

Catat
Register

Catur
Chess

Cawat
Loincloth

Indonesia
Inggris
Italia
Cebol
Dwarf
Nano
Cebur
Jump into the water
Spruzzo
Cecak
House lizard
Lucertola
Cecer
Spilled all over the place
Versato
Cedera
Dispute, deceite
Lesion
Cegah
To prevent
Prevenire
Cegat
To intercept
Intercettati
Cekatan
Dexterous
Abile
Cekcok
To quarrel
Tig
Cekik
To strangel
Strangolare
Cekung
Sunken, hollow
Concavo
Cela
Flaw
Demerito
Celah
Slot, cleft, crack
Divario
Celaka
Misfortune
Danno
Celana
Trousers
Pantaloni
Celup
Dye, dip
Colorante
Cemar
Dirty, soiled
Contaminato
Cemara
Casuarina tree
Pino
Cemas
Anixious, worried
Ansioso
Cembung
Chubby
Convesso
Cemburu
Jealous
Geloso
Cemerlang
Sparkle
Brillante
Cemeti
Whip
Frusta
Cemooh
Mockery
Disprezzo
Cemplung
To plop
Per plop
Cendawan
Mushroom
Fungo
Cendekia
Learned
Intellettuale
Cendrawasih
Bird of paradise
Paradiso
Cenderung
Inclined
Tend
Cengang
Amazed
Stupito
Cengkam
Grip
Presa
Cengkeram
Hold
Tenere
Cengkih
Clove
Spicchio
Cepat
Fast, quick
Veloce, Rapido
Cerah
Clear
Chiaro
Cerai
Scattered
Dispersi
Ceramah
Lecture
Lezione
Cerca
Scorn
Disprezzo
Cerdas
Clever
Intelligente
Cerdik
Intelligent
Intelligente
Cerek
Kettle
Bollitore
Cerita
Story
Storia
Cermat
Accurate
Accurato
Cermin
Mirror
Specchio
Cerna
Digested
Digerito
Ceroboh
Indecent
Indecente
Cerobong
Chimney
Camino
Cetak
Print
Stampa
Cicil
Instalments
Rate
Cinta
Love, Affection
Amore, Affetto
Cincang
Mince
Tritare
Cincin
Ring
Anello
Indonesia
Inggris
Italia
Ciplak
Copy
Copia
Cipta
Thought
Pensiero
Ciri
Characteristic
Caratteristica
Cita
Cloth, material
Ideale
Cium
Kiss, smell
Bacio
Coba
Try, attempt
Provare
Cocok
Suit
Adatto
Coklat
Chocolate
Cioccolato
Colok
Wick, torch
Spina
Colong
Steal
Rubare
Compang
In rags
Cencioso
Condong
Inclined
Skew
Congkak
Arrogant, conceited
Presuntuoso
Contoh
Sample
Esempio
Copet
Pickpocket
Borseggiatore
Corak
Type
Carnagione
Coreng
Streak
Macchiare
Coret
Scratch
Striscia
Corong
Funnel
Imbuto
Cuaca
Bright, weather
Tempo
Cubit
Pinch
Pizzico
Cuci
Wash
Lavare
Cucu
Grandchild
Nipote
Cucur
Trickle
Bompresso
Cuka
Vinegar
Aceto
Cukai
Duties
Accise
Cukup
Enough
Abbastanza
Cukur
Barber
Rasatura
Culik
Kidnap
Rapire
Cuma
Only
Solo
Cumbu
Flattery
Scherzo
Cumi
Cuttle fish
Calamaro
Cungkil
Pick
Leva
Curah
Pour out
Piovosità
Curam
Precipitous
Ripido
Curang
Dishonest
Fraudolento
Curi
Steal
Rubare
Curiga
Suspicious
Sospettoso
Cuti
Leave, holidays
Lasciare